my wonderful fuckin’ life..

Just another Blogdetik.com weblog

paes ageng ‘mbak ndari’ yang memukau

Filed under: love n life — yunita at 1:59 pm on Monday, December 5, 2011

dist3i2nita5pernikahan edhie baskoro yudhoyono (ibas) dan aliya rajasa kemarin mengingatkan saya pada pernikahan saya pada 2009 lalu. bukan, bukan karena sama-sama mewah, nggak mungkinlah pernihakan saya semegah mereka yang anak pejabat.

kemiripannya cuma pada dandanannya saja. sama-sama memakai paes ageng modifikasi. begitu dulu tukang paesku menyebutnya.

saat menikah, saya memang di-make up mirip aliya. mungkin semua juga sudah pada tahu, nama riasannya itu, paes ageng. ini merupakan dandanan penganten khas keraton yogyakarta.

aslinya, pasangan riasan ini adalah baju basahan. sudah tahu kan apa yang dimaksud dengan basahan? kalau belum juga, sebentar saya jelaskan. untuk penganten perempuannya, memakai semacam kemben khusus penganten.

sementara pengantin pria tampil telanjang dada. sementara bagian bawahnya memakai semacam jarik batik yang dibikin sedemikian rupa sehingga tampak menggelembung gitu deh.

pernah melihat foto-foto pernikahan putri sri sultan hamengku buwono x kemarin? nah, seperti itulah dandanan pengantin paes ageng yang sebenarnya. dandanan itu juga yang dipilih adik saya (minoz dan disty) saat menikah september lalu.

nah, dandanan saya waktu menikah agak sedikit dimodifikasi. sama seperti aliya, riasan wajah dan rambut saya sama persis dengan paes ageng. riasan hitam-hitam di jidat saya juga memakai prada (serbuk emas).

modifikasi terletak pada baju pengantinnya. saya memakai kebaya yang saya desain sendiri. saya juga membeli bahannya sendiri, dan membawanya ke penjahit sendiri. tentu saja, kebaya saya tidak semahal punya aliya ya.

bahan yang saya beli tidak mahal-mahal amat. ongkosnya juga boleh dibilang murah karena saya membawanya ke tukang jahit biasa, bukan desainer. tapi meski begitu, saya merasa cukup senang dengan hasilnya.

kebaya itu terlihat bagus dan pas di badan saya. meski bukan desainer, si penjahit yang membuka butiknya di dekat jembatan layang yogyakarta, juga cukup profesional.

dia mau direcokin waktu saya minta ini itu. dia juga mau membongkar payet-payetnya waktu saya bilang kurang suka dengan payetan yang dia bikin. dan pastinya, kebaya itu siap di saat yang tepat, tanpa saya harus mengejar-ngejar si penjahit.

untuk make up, ibu saya mempercayakan sama seorang paes yang saya kenal dengan nama mbak ndari. paes manten yang satu ini sebenarnya sudah saya kenal lama sekali. dia dulu sering mendandani saya waktu kecil.

waktu saya masih sering menjadi pengipas pengantin (patah) untuk tante-tante saya yang menikah. dia juga adalah ibu dari teman sepermainan saya waktu kecil. dulu, mbak ndari ini masih belum jadi perias pengantin. saat itu, dia masih belajar.

mbak ndari dulu masih menjadi asisten ibunya sebagai perias pengantin. tapi sekarang, mbak ndari ini sudah menjelma menjadi perias pengantin khas jawa yang handal.

namanya memang belum seterkenal tinuk riefki yang sering diminta para pejabat untuk merias anak-anaknya yang menikah. namun di jogja, namanya sudah cukup di kenal di kalangan perias manten.

tapi asli, riasan mbak ndari ini tak kalah bagus dari bu tinuk. ini pendapat saya lho. riasannya halus banget, tidak medok sama sekali. prada yang dipasang di riasan di jidat saya juga bagus banget.

pokoknya, saya jadi makin cantik deh. kata orang, manglingi..hehehe.. dan yang pasti, dandanan mbak ndari awet. selama acara, nggak ada yang namanya make up pudar.

adik ipar saya yang juga didandani mbak ndari sejak subuh, tetap terlihat cantik dan kinclong hingga sore hari. kebetulan, acara nikah adik saya memang estafet mulai pagi sampai sore.

“dandandan ini, makin berkeringat malah makin bagus,” begitu kata mbak ndari waktu itu. dan itu terbukti banget. juara deh..oh iya, mbak ndari ini nggak cuma ngurusin soal make up-nya. dia juga yang handle acara adatnya, jadi kita cuma tinggal terima beres.

dan yang paling menyenangkan adalah, tarif yang dipatok mbak ndari dandanan luar biasa itu tidak terlalu mahal. harganya sangat jauh dari tarif bu tinuk tentu saja. jadi buat kepingin riasan ini waktu nikah, boleh tuh mbak ndari dijadiin pilihan..:)

ketika pria mundur teratur

Filed under: love n life — yunita at 4:10 pm on Thursday, June 9, 2011

seorang teman, sebut saja maya, tiba-tiba meneleponku suatu malam. begitu bilang ‘hallo’ temanku yang cantik itu langsung sesenggukan. alamak, dia kok langsung nangis gini. pikirku saat itu.

aku yang kebingunan lantas mencoba bertanya mengapa maya menangis. dan masih dengan sesenggukan, maya bercerita tentang seorang cowok yang baru saja meninggalkannya. putus cinta? oh ternyata bukan.

cowok yang sebut saja namanya bima ini memang bukan/belum jadi pacar maya. tapi sudah sebulan belakangan, sangat intens mendekati maya. ya dalam sehari telepon lebih dari seseorang minum obatlah. belum lagi, ajakan untuk makan malam usai bekerja.

tapi entah kenapa akhir-akhir ini, bima menjadi sangat jarang menelepon maya. bahkan setiap kali ditelepon, bima terdengar ‘malas’ mengobrol. bima bahkan hampir selalu menolak saat maya mengajaknya keluar.

tentu saja maya kebingunan. gadis yang sudah mulai menyukai dan jatuh cinta pada bima itu lantas uring-uringan sendiri. hingga suatu sore saat berjalan kaki menuju halte busway dari kantornya di kawasan sudirman, maya melihat bima bersama seorang wanita.

diperhatikan dari jauh, bima tampak akrab dengan perempuan itu. maya jadi teringat saat bima mendekatinya sebulan yang lalu. ya, hampir setiap sore pulang kantor, maya dan bima berjalan berdua menuju kafe yang berada tidak jauh dari kawasan sudirman.

malamnya, maya mencoba menghubungi bima dan mengajaknya bertemu. saat itu, bima mengiyakan dan berjanji akan mampir ke kos maya sekitar pukul 20.00 wib. jantung maya dag dig dug saat menunggu kedatangan bima.

‘hanya’ telat lima menit dari pukul 20.00 wib, bima sudah ada di depan kamar kos maya. mereka pun lantas mengobrol di sofa yang berada di depan kamar. entah kenapa, suasana saat itu begitu kaku dan kikuk.

maya kemudian memberanikan diri bertanya soal perempuan yang tadi sore bersama bima. maya juga bertanya mengapa bima tidak lagi sering menghubunginya dan mengajaknya makan malam di luar usai bekerja.

awalnya, bima terkesan tidak mau membahas hal itu. namun karena maya mendesak, bima akhirnya mencoba jujur. “aku tidak jadi mendekatimu, may,” katanya mengawali penjelasan yang hampir pasti bakal panjang.

mendengar itu, hati maya langsung remuk redam. gadis berambut panjang itu merasa ke dua kakinya lemas dan tak punya daya. “kenapa,” tanyanya dengan suara serak hampir menangis. air matanya sudah menggenang di sudut mata, namun maya mencoba menahannya.

“awalnya aku memang tertarik dengan kamu dan aku mencoba mengenalmu lebih dekat. tapi setelah aku dekat dengan kamu, makin lama aku justru tidak yakin dengan perasaanku sendiri. jadi aku memutuskan mundur,” kata bima.

kali ini, maya tidak lagi bisa membendung air matanya. bulir-bulir air matanya jatuh membasahi pipinya yang halus. berkali-kali, kedua tangannya menyeka air mata itu. “salahku apa bim?” tanya maya.

“aku tahu ini bakal menyakitimu, tapi dari pada aku membohongi perasaanku dan perasaanmu juga. lebih baik jujur saja,” kata bima, memcoba memberi penjelasan kepada maya yang sepertinya masih belum terima.

“apa bukan karena perempuan yang tadi sore? kulihat kamu akrab sekali dengan dia,” tanya maya sambil melirik bima yang duduk tepat di depannya.

“aku kenal dia sebelum aku kenal kamu may. dan kami memang sudah akrab sejak dulu. sampai saat ini, kami tidak ada apa-apa. dan yang jelas bukan karena dia aku mundur, ini semua murni karena aku,” kata bima.

“sebenarnya aku akan ngomong ke kamu tanpa kamu minta seperti ini. tapi ternyata sudah keduluan kamu,” lanjut bima.

maya memang hancur lebur saat mendengar pengakuan bima. maklum saja, harapan maya pada bima sudah membumbung tinggi. ya, maya sudah terlanjur berharap banyak pada laki-laki beberapa pekan ini menemani hari-harinya.

aku sangat bisa memahami perasaan maya. ya, aku juga pernah mengalaminya. saat itu, aku juga kecewa dan sakit hati. namun aku justru bersyukur ketika seorang laki-laki mau berkata jujur. menurutku, laki-laki justru lebih menghargai si perempuan dengan berkata jujur.

lagi pula, perempuan juga diuntungkan karena tidak perlu menyeleksi lagi para pria yang akan dijadikan pacar. karena dengan kejujuran itu, kita tahu bahwa ‘dia’ memang bukan untuk kita.

dari pada seorang laki-laki yang tiba-tiba ngilang nggak jelas. kayak jalangkung yang datang tak diundang dan pulang tak diantar. pilih mana?

sore hari di warung kopi

Filed under: love n life — yunita at 3:53 pm on Monday, November 10, 2008

tergesa-gesa, aku meluncur ke warung kopi. di sana, kamu menungguku.

“ada sesuatu yang ingin aku bicarakan,” katamu ditelepon sekitar setengah jam yang lalu.

entah apa yang ingin kamu katakan. yang jelas, rasa khawatir terus menggerayangi pikiranku. hatiku dag dig dug.

begitu sampai, aku bergegas masuk ke kedai kopi yang berada di pinggir kota itu. mataku memutar mencarimu.

di sudut ruangan yang tak begitu besar, kulihat sosokmu duduk sendirian. senyum manis mengembang di bibirmu yang merah. aku makin deg degan.

“sudah lama,” tanyaku sambil menarik tempat duduk tepat di depan mejamu.

“baru kok. kamu mau minum apa?” tanyamu seraya menyeruput secangkir kopi hitam.

“teh aja. aku takut nggak bisa tidur kalau minum kopi,” jawabku sambil memanggil seorang pramusaji laki-laki yang berdiri tak jauh dari meja kami.

usai memesan, mataku langsung berbalik ke arahnya. kutatap matanya lekat-lekat. aku mencoba mencari-cari bocoran, kira-kira apa yang akan dibicarakannya.

bertahun-tahun aku menjadi pacarnya, jarang sekali dia mengundangku secara resmi seperti ini. dia pun memilih tempat yang tak biasa kami datangi.

lama kutunggu kata-kata meluncur dari bibirmu. entah apa yang ada di pikiranmu.

“kamu mau ngomong apa?” tanyaku akhirnya, setelah bosan menunggu.

kamu tak juga bicara. bermenit-menit lagi aku menunggumu.

“apa kamu mencintaiku?” tanyanya akhirnya.

terus terang aku terkejut mendengar pertanyaanya. tentu saja aku mencintainya. tapi untuk apa dia menanyakan hal itu.

“tentu saja. aku mencintaimu. kenapa kamu bertanya?” kataku. aku mulai menebak-nebak pertanyaan apa lagi yang akan kamu lontarkan untukku.

“apa kamu keberatan kalau melepaskanku?” tanyanya lagi.

pertanyaan kedua ini lebih mengagetkan dari yang pertama. aku sama sekali tidak mengerti apa maksudnya.

“maksud kamu apa. kenapa kamu berkata begitu,” kataku. sedikit emosi.

“aku tak bisa hidup denganmu. aku tak mencintai kamu lagi,” katanya. tangannya berputar-putar di permukaan cangkir berisi kopi hitam.

aku tersenyum. aku tidak pernah menyangka kalimat itu bakal meluncur dari bibirnya. tanpa ampun, kalimat itu sungguh menusuk hatiku.

“aku mencintaimu, tentu saja aku tak keberatan jika kamu ingin pergi,” jawabku akhirnya.

seusai menyeruput teh panas, aku pamit. meninggalkannya di warung kopi itu.

aku punya keponakan..

Filed under: love n life — yunita at 11:19 am on Tuesday, November 4, 2008

sekitar pukul 01.00 WIB teleponku berdering. di ujung telepon, suara ibuku terdengar renyah.

“kamu belum tidur? dina udah melahirkan, perempuan,” katanya.

“alhamdulillah. anaknya sehat kan?,” tanyaku lagi.

“matanya sipit, kulitnya putih kayak orang jepang,” kata ibuku.

bayi mungil itu anak pertama kakakku didin dan istrinya dina. dia juga cucu pertama bagi ibu dan bapakku dan keponakan pertama untukku, adikku minoz dan kholiz.

ibuku terdengar bahagia karena cucu pertamanya perempuan. keluarga kami memang miskin perempuan. dari 4 anak yang dilahirkan ibu, hanya aku yang perempuan.

“ya biar cantiknya tambah,” kata ibuku sebelum menutup telepon.

siapa melangkahi siapa?

Filed under: love n life — yunita at 2:12 am on Tuesday, October 28, 2008

“aku akan menikah tahun ini,” kata diga di depan beberapa kerabatnya.

“hah, menikah? kenapa baru bilang sekarang? dengan siapa? sudah kenal keluarganya?,” tanya salah satu kerabatnya.

pertanyaan yang seperti senjata otomatis itu membuat diga kerepotan menjawab. perempuan muda itu bingung harus menjawab pertanyaan yang mana lebih dulu.

diga pun akhirnya mencoba menjelaskan rencana pernikahan dengan kekasihnya itu. diga bercerita apa saja proses yang telah dia tempuh untuk mewujudkan keinginannya itu.

“tapi kenapa kami tidak dilibatkan? di mana-mana, kalau mau menikah itu, keluarga besar harus dilibatkan, kok tahu-tahu sudah memutuskan tanggal. apa-apaan ini,” kata salah satu tantenya berapi-api.

diga pun kembali bingung. bingung harus menjawab apa. gadis itu benar-benar tidak tahu bagaimana harus menjelaskan pada orang-orang ini.

padahal, sebelumnya, diga sudah berusaha mengatakan yang sebenarnya. “kan tadi sudah dibilang, keluarga inti kami sudah bertemu, dan kami sepakat untuk menikah di tanggal itu. apa itu tidak cukup,” kata diga akhirnya.

“kamu sudah melangkahi kami dengan memutuskan sendiri. kamu sudah melangkahi ayahmu,” kata tante yang sama.

diga lagi-lagi bingung. dia tak mengerti di mana letak ‘melangkahi’ itu. bukankah, keluarga intinya sudah mengetahui? bukankah kedua orang tuanya sudah bertemu dengan keluarga pacarnya?

diga hanya mengernyit tanda bertanya-tanya. otaknya mencoba berpikir kalimat apa yang sebaiknya meluncur dari bibirnya yang mungil.

tapi tak berhasil. perempuan itu hanya terus diam. dia tak menemukan jawaban yang harus keluar.

“diga tak tahu lagi harus menjawab apa. diga sudah mencoba menjelaskan semuanya. tapi kalau itu tetap tidak masuk, diga tak tahu lagi harus bagaimana,” kata diga akhirnya.

amarah kerabatnya kian memuncak. “kalau kamu mau jalan sendiri, ya terserah. tapi jangan minta bantuan kalau ada apa-apa,” seru kerabatnya, masih tante yang sama.

diga hanya menghela nafas. dia tak menyangka, tantenya yang secara umur sudah dewasa bisa berbicara begitu kasarnya.

kalau boleh jujur, diga juga tidak ingin merepotkan orang lain. diga dan kekasihnya telah berkomitmen untuk membangun kehidupan mandiri, tak tergantung orang lain.

bukan berarti tak butuh orang lain, diga hanya tak ingin membuat orang lain repot. itu saja.

dengan sangat terpaksa, diga akhirnya berkata,”Insya Allah kami tak akan merepotkan tante.

bisa jadi, kalimat itu dianggap sang tante sebagai suatu kesombongan. tapi bagi diga, kalimat itu hanyalah penegasan. penegasan bahwa keputusannya untuk menikah sudah bulat.

tak mau

Filed under: love n life — yunita at 6:16 pm on Friday, October 24, 2008

apa kamu berpikir aku tak bisa hidup tanpamu?

jika iya, kamu salah

aku bisa hidup tanpamu

ya, aku bisa

hanya aku tak mau saja..

kapan?

Filed under: love n life — yunita at 10:10 am on Friday, October 17, 2008

“aku cantik dan pintar, tapi kenapa sampai usiaku yang hampir menginjak 30 tahun ini belum menikah,” begitu curhat seorang teman padaku.

hmmm, tentu saja aku bingung menjawabnya. bagaimana tidak, pertanyaan itu juga sempat terngiang-ngiang di kepalaku.

temen perempuanku itu bahkan sempat resah dengan keadaanya itu. beberapa kali, dia memintaku agar mengenalkannya dengan teman lelakiku.

“kenalin aku sama temenmu dong. atau pacarmu punya temen yang seganteng dia ga,” katanya tertawa suatu hari.

aku hanya tersenyum. meski terdengar bercanda, aku tahu, permintaan itu mengandung harapan yang besar. dia sangat khawatir dengan kejombloannya.

“sebenarnya aku tidak apa belum menikah, tapi orangtuaku tak bisa mengerti. bahkan mereka berniat menjodohkanku,” keluhnya.

aku tak bisa bilang apa-apa padanya. aku hanya memintanya bersabar lagi. jika memang sudah waktunya, jodoh itu akan datang.

“kadang jodoh sulit datang kalau kita keras berusaha. tapi kadang jodoh datang saat kita tak mengharapkannya,” kataku.

tapi tentu saja tak semua begitu. kebetulan saja, itu yang terjadi padaku.

murahnya bisnis media online

Filed under: work — yunita at 12:18 am on Monday, October 6, 2008

bukan bermaksud sombong, detikcom mungkin telah menginspirasi banyak pihak. tak heran jika banyak pengusaha atau penguasa meliriknya.

ada yang bikin untuk benar-benar bisnis, ada juga yang untuk kepentingan 2009. semua sah-sah saja..terserah anda.

sebenarnya, membuat media online lebih murah dari media-media lain. tak perlu beli kertas atau frekuensi. kita tinggal beli domain dan hosting yang saat ini bisa dibilang sangat murah.

kata pak budi, bosku, bisnis ini sebenarnya bisa dicoba tanpa perlu keluar banyak duit. “coba bikin sesuatu, kalau orang suka, kita tinggal ngembangin. itu yang terjadi pada bisnis-bisnis internet yang sukses,” katanya suatu hari padaku.

tentu saja aku setuju. dengan internet, kita bisa dengan murah menawarkan sesuatu. termasuk itu berita. bagaimana menurutmu?

mengapa harus menghujat?

Filed under: work — yunita at 12:17 am on Monday, October 6, 2008

beberapa waktu lalu, kantorku sempat heboh dengan satu tulisan yang di-upload seseorang di blog pribadinya. dia, kebetulan dulu memang bekerja di kantorku.

isinya, sungguh membuat kuping dan hati panas. ga cuma aku, tapi hampir seluruh isi kantorku. maklum saja, tulisan itu bernada sinis dan menjelek-jelekkan kantorku.

“analisisnya terlalu sederhana,” kata seorang teman waktu itu.

aku hanya tersenyum. memang, analisis yang dipakai oleh si penulis sangat sederhana. menurutku, hanya dengan data-data yang dia miliki, penulis yang kebetulan laki-laki itu tak berhak menilai kantorku.

tapi, hawa panas itu tak berlangsung lama. kami di kantor, tak ingin mempermasalahkan itu lebih lanjut. kami berpikir, kita lihat saja nanti..:)

kini, tulisan sejenis muncul lagi. entah siapa penulisnya, aku juga tidak tahu. aku kebetulan tidak membuka blog itu sendiri. hanya membaca dari windows teman.

hmm, aku jadi berpikir. apakah aku akan begitu jika aku pergi dari kantorku ini? terus terang, kalau bicara tidak puas, aku banyak tidak puasnya.

aku tidak puas dengan kenaikan gajiku yang kecil. konon, itu karena kinerjaku di masa lalu yang sempat menurun. ya, aku pernah sakit hati pada kantor.

itu cuma salah satu contoh masalah yang kuhadapi di kantor yang sudah menaungiku hampir 4 tahun ini. tapi, kenapa aku tetap di sini?

padahal, sedikitnya sudah dua media dan satu perusahaan menawariku pekerjaan. ketiganya, memberi iming-iming gaji yang lebih besar (meski tak terlalu besar).

ya, itu namanya pilihan. aku memilih tetap di sini karena hatiku memang di sini. mungkin suatu hari, aku akan ke lain hati. itu tak bisa dipungkiri.

tapi apakah jika aku keluar dan pergi ke tempat baru aku akan menghujat? aku pikir tidak. bagaimanapun, sebuah tempat memiliki kekurangan dan kelebihan.

takaran bagi tiap personal pun berbeda-beda. untukku nyaman, belum tentu nyaman orang lain.

jika nanti aku memang memilih pindah ke lain tempat, Insya Allah, aku akan pergi dengan senyuman. banyak sekali pengalaman dan kesempatan yang aku peroleh dari tempatku itu.

kalau aku keluar untuk membangun sebuah ‘kerajaan baru’ aku akan bekerja dengan sungguh-sungguh. ambil pengalaman yang baik dan buang hal buruk.

kerajaan baru itu akan tumbuh subur jika aku memupuknya tidak dengan kebencian. ian, temanku mengatakan, buatlah hal baru tanpa mencela.

“kalau mau bikin sesuatu yang spektakuler, bikin aja. nggak usah kebanyakan ngomong. tunjukkin,” katanya kala itu. komentar ini dia tujukan kepada orang-orang yang ‘mengumbar’ keburukan orang lain.

lagi-lagi aku hanya tersenyum. “aku setuju sama kamu,” jawabku.

jadi, mengapa harus menghujat? mengapa harus menjelekkan? apakah ini satu sikap kalah sebelum berjuang?:)

ayat-ayat cinta; keiklasan dan cinta

Filed under: love n life — yunita at 1:32 pm on Saturday, March 22, 2008

 

awalnya, aku tidak terlalu ingin menonton film ayat-ayat cinta. tapi akhirnya film bertema cinta yang dikemas religi itu menarikku juga.

seorang teman bernama kris bilang, “jangan nonton ayat-ayat cinta. kalo km nonton, kamu jadi akan mau dipoligami”.

aku bertanya-tanya, apa iya begitu. terus terang, aku tidak mengerti bagaimana kisah yang diadopsi dari novel yang berjudul sama dengan filmnya itu.

aku tidak pernah tahu bukunya, terlebih membacanya.

kata-kata kris, cukup menggelitikku. soalnya, aku termasuk orang yang kurang setuju dengan poligami.

penasaranku bertambah saat seorang teman yang lain, mbak nurul mengatakan, porsi poligami dalam film itu memang lebih banyak dari bukunya. tapi, film tersebut justru menyiratkan monogami.

akhirnya aku menonton juga film yang sudah menyedot jutaan penonton itu. kebetulan, rekanku, masri berhasil mendonlod film itu dari internet.

tapi sayang, film donlod-an itu tidak utuh. ada bagian yang terpotong yaitu detik-detik di mana sang tokoh utama, fahri bebas dari tuduhan pemerkosaan dengan datangnya maria.

penasaranku semakin memuncak. akhirnya aku mengajak pacarku, kimung, untuk menonton film yang dibintangi fedi nuril itu.

“kim, kita nonton ayat-ayat cinta yuk,” kataku suatu malam.

“lho km kan udah nonton,” jawab kimung.

“tapi aku penasaran banget sama bagian yang terpotong itu,” kataku lagi.

“ya udah, besok kita nonton ya,” kata kimung akhirnya.

n then, sore, sehabis kerja, kami pergi ke djakarta teater. dua tiket untuk pertunjukkan jam setengah tujuh malam pun kami pesan.

kami pun menonton film dengan durasi sekitar 2 jam lebih itu. benar kata mbak nurul, nonton di bioskop dan televisi memang beda.

sound system yang lebih canggih berhasil membiusku. beberapa adegan seperti saat fahri menikahi maria untuk membangunkannya dari koma dan disaksikan istri pertamanya, aisyah, membuatku menangis..he..he..melankolisku keluar juga:p

and..ternyata lagi-lagi mbak nurul benar. film ayat-ayat cinta memang menggambarkan kehidupan rumah tangga poligami. tapi kupikir, mas hanung, sang sutradara justru sedang menunjukkan bahwa poligami itu sangat susah.

salah satu tokoh, rekan fahri, syaiful bilang,”satu istri saja belum tentu merasa adil, apalagi dua,” katanya. fahri yang mendengarkan pun hanya terdiam.

jika anda sudah menonton film ini, anda tentu akan merasa lucu saat aisyah bertanya kepada fahri,”malam ini kamu mau tidur di mana”. hmm..benar-benar pertanyaan yang sulit dijawab.

akhirnya fahri pun memilih tidur sendiri. tidak bersama aisyah ataupun maria.

adegan lucu lainnya tergambar saat fahri dipanggil oleh aisyah,”sayang, bisa ke sini sebentar”. baru akan melangkah ke kamar aisyah, tiba-tiba pintu kamar maria terbuka. istri keduanya itu pun berkata,”sayang, sini bentar dong”.

hehe..sulit..penonton di studio 2 pun terkekeh melihat adegan itu. termasuk aku dan kimung.

menurutku, selain monogami, film ini juga berpesan bahwa kesabaran dan keiklasan adalah kunci bagi manusia untuk menjalani hidup.

jika kita iklas akan sesuatu, semua akan terasa lebih ringan.

di akhir cerita, sebelum maria meninggal, dia bilang bahwa perasaan cinta dan ingin memiliki adalah dua hal yang berbeda.

menurutku, maksud dari maria adalah, jika kita mencintai seseorang, kita akan iklas pada apa saja yang terjadi pada orang yang kita cintai itu. termasuk ketika ternyata, dia tidak memilih kita sebagai pasangan hidupnya.

sedang ingin memiliki, lebih banyak didominasi oleh rasa egois dan tidak peduli orang lain.

itu sok tahuku aja lho..hehe..itu kata-kata yang kukutip dari syaiful..

pantas kalau film ini menyedot banyak penonton. mas hanung cukup sukses menjadikan film bertema religi namun cukup ringan untuk ditonton..selamat mas..

Next Page »