paes ageng ‘mbak ndari’ yang memukau

pernikahan edhie baskoro yudhoyono (ibas) dan aliya rajasa kemarin mengingatkan saya pada pernikahan saya pada 2009 lalu. bukan, bukan karena sama-sama mewah, nggak mungkinlah pernihakan saya semegah mereka yang anak pejabat.
kemiripannya cuma pada dandanannya saja. sama-sama memakai paes ageng modifikasi. begitu dulu tukang paesku menyebutnya.
saat menikah, saya memang di-make up mirip aliya. mungkin semua juga sudah pada tahu, nama riasannya itu, paes ageng. ini merupakan dandanan penganten khas keraton yogyakarta.
aslinya, pasangan riasan ini adalah baju basahan. sudah tahu kan apa yang dimaksud dengan basahan? kalau belum juga, sebentar saya jelaskan. untuk penganten perempuannya, memakai semacam kemben khusus penganten.
sementara pengantin pria tampil telanjang dada. sementara bagian bawahnya memakai semacam jarik batik yang dibikin sedemikian rupa sehingga tampak menggelembung gitu deh.
pernah melihat foto-foto pernikahan putri sri sultan hamengku buwono x kemarin? nah, seperti itulah dandanan pengantin paes ageng yang sebenarnya. dandanan itu juga yang dipilih adik saya (minoz dan disty) saat menikah september lalu.
nah, dandanan saya waktu menikah agak sedikit dimodifikasi. sama seperti aliya, riasan wajah dan rambut saya sama persis dengan paes ageng. riasan hitam-hitam di jidat saya juga memakai prada (serbuk emas).
modifikasi terletak pada baju pengantinnya. saya memakai kebaya yang saya desain sendiri. saya juga membeli bahannya sendiri, dan membawanya ke penjahit sendiri. tentu saja, kebaya saya tidak semahal punya aliya ya.
bahan yang saya beli tidak mahal-mahal amat. ongkosnya juga boleh dibilang murah karena saya membawanya ke tukang jahit biasa, bukan desainer. tapi meski begitu, saya merasa cukup senang dengan hasilnya.
kebaya itu terlihat bagus dan pas di badan saya. meski bukan desainer, si penjahit yang membuka butiknya di dekat jembatan layang yogyakarta, juga cukup profesional.
dia mau direcokin waktu saya minta ini itu. dia juga mau membongkar payet-payetnya waktu saya bilang kurang suka dengan payetan yang dia bikin. dan pastinya, kebaya itu siap di saat yang tepat, tanpa saya harus mengejar-ngejar si penjahit.
untuk make up, ibu saya mempercayakan sama seorang paes yang saya kenal dengan nama mbak ndari. paes manten yang satu ini sebenarnya sudah saya kenal lama sekali. dia dulu sering mendandani saya waktu kecil.
waktu saya masih sering menjadi pengipas pengantin (patah) untuk tante-tante saya yang menikah. dia juga adalah ibu dari teman sepermainan saya waktu kecil. dulu, mbak ndari ini masih belum jadi perias pengantin. saat itu, dia masih belajar.
mbak ndari dulu masih menjadi asisten ibunya sebagai perias pengantin. tapi sekarang, mbak ndari ini sudah menjelma menjadi perias pengantin khas jawa yang handal.
namanya memang belum seterkenal tinuk riefki yang sering diminta para pejabat untuk merias anak-anaknya yang menikah. namun di jogja, namanya sudah cukup di kenal di kalangan perias manten.
tapi asli, riasan mbak ndari ini tak kalah bagus dari bu tinuk. ini pendapat saya lho. riasannya halus banget, tidak medok sama sekali. prada yang dipasang di riasan di jidat saya juga bagus banget.
pokoknya, saya jadi makin cantik deh. kata orang, manglingi..hehehe.. dan yang pasti, dandanan mbak ndari awet. selama acara, nggak ada yang namanya make up pudar.
adik ipar saya yang juga didandani mbak ndari sejak subuh, tetap terlihat cantik dan kinclong hingga sore hari. kebetulan, acara nikah adik saya memang estafet mulai pagi sampai sore.
“dandandan ini, makin berkeringat malah makin bagus,” begitu kata mbak ndari waktu itu. dan itu terbukti banget. juara deh..oh iya, mbak ndari ini nggak cuma ngurusin soal make up-nya. dia juga yang handle acara adatnya, jadi kita cuma tinggal terima beres.
dan yang paling menyenangkan adalah, tarif yang dipatok mbak ndari dandanan luar biasa itu tidak terlalu mahal. harganya sangat jauh dari tarif bu tinuk tentu saja. jadi buat kepingin riasan ini waktu nikah, boleh tuh mbak ndari dijadiin pilihan..:)